Ketika ku merenung

Monday, June 22, 2009
Ketika kulihat langit nan biru, ku teringat akan kebesaran Mu Ya Allah
Kuteringat akan ke Maha KuasaanMu dan segala nikmat dan rahmat yg telah Kau berikan untukku dan alam semesta ini.
Ku tersadar betapa jauhnya aku dari Mu, betapa selama ini aku tidak khusuk menghadapaMu…..
Apalagi ketika aku dengar seruan Adzan yg seolah-olah memanggilku untuk segera menghadapMu…
Untuk bersujud di hadapanMu……
Maka aku akan segera ambil air wudhu dan bersiap menghadapMu……
Ijinkan aku menghadapMu Ya Rabb
 
posted by Desi at 2:56 AM, | 0 comments

Meramal Kesehatan Tubuh Dengan Iridologi

Sunday, May 17, 2009
Mata adalah salah satu indera yang paling vital pada manusia. Melalui mata, seseorang dapat mengungkap semua
kejadian yang ada di sekitarnya. Melalui mata pula, seseorang dapat dilihat kondisi fisik, mental dan spiritualnya.
Barangkali, banyak yang masih ingat tindakan dokter bila sedang memeriksa pasien. Cukup membelalakkan mata
pasien untuk mengetahui kesehatan dan penyakitnya. Konon, dalam sebuah perbincangan pun, dapat juga mengetahui
isi hati lawan bicara melalui mata.
Fenomena ini tampaknya sangat dekat dengan suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda pada struktur jaringan iris
mata yang disebut iridologi. Namun, menurut dr. Bertha Herlina, dokter spesialis penyakit dalam klinik Provitalitas, ada
perbedaan antara iridologi dan fenomena itu. "Bukan hanya pengobatan, tapi iridologi lebih pada pencegahan," katanya.

Bertha mengatakan, iris adalah perluasan dari otak. Oleh karena itu, sesuatu yang terekam di dalam otak dapat terlihat
pada serabut iris mata. Rekaman itu sebagai bentuk khas sesuai kondisi organ tubuh. "Tanda pada iris itu, representasi
gambaran detail kondisi badan secara keseluruhan."
Analisa serabut iris mata akan memperlihatkan kondisi tubuh seseorang, apakah yang bersangkutan dalam keadaan
baik atau tidak. Pola, struktur, warna dan tingkat kecerahan di bagian iris mata menggambarkan keadaan bagian tubuh
tertentu dan berhubungan dengan keadaan aktivitasnya, luka, iritasi atau adanya degerasi jaringan dan organ. Dari iris
mata juga dapat diketahui apakah ada akumulasi racun akibat penggunaan NAZA (narkotik dan zat adiktif),
ketidakstabilan nutrisi dan bahan kimia, serta kemajuan pengobatan yang sedang dilakukan
Iridologi tidak bisa menyatakan ada tidaknya penyakit tertentu dalam tubuh, tetapi hanya menyajikan informasi tentang
kondisi jaringan tubuh dan mengindikasikan kecenderungan ke arah adanya gangguan dalam tubuh, meski gejalanya
masih belum terlihat. Dengan demikian, iridologi dapat memberikan rekomendasi upaya preventif menghindari kondisi
yang lebih buruk. Selanjutnya, dapat memberikan arahan untuk upaya kuratis penyehatan dan mengetahui efektifitas
pengobatan yang telah dilakukan.
Yang harus diingat, iridologi tidak dapat digunakan untuk menentukan lokasi parasit atau kuman-kuman di tubuh, tapi
hanya menujukan adanya inflamasi dan kondisi racun yang diakibatkan kehidupan parasit atau kuman. Iridologi juga
tak bisa dijadikan petunjuk hamila tidaknya seorang wanita, karena kehamilan merupakan kondisi normal dalam badan
seorang wanita.
Pada intinya, menurut dr. Bertha, iridologi berguna untuk mengetahui derajat kesehatan tubuh, kekuatan dan
kelemahan tubuh, kelemahan dan kekuatan organ serta jaringan dan sendi. Selain itu dapat diketahui pula
metabolisme dan penyerapan dalam pencernaan, kadar kelelahan fisik, stress, potensi kelupaan, pola tidur, polusi
lingkungan, kekebalan tubuh, kualitas energi syaraf dan tingkat penuaan.
Filosofi iridologi, menekankan pada pengobatan pasien bukan pada penyakitnya. Dengan mengetahui gangguan yang
menyebabkan keluhan atau penyakit seseorang, tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi dapat dicegah untuk
memperoleh tingkat kesehatan yang lebih baik.
Orang yang pertama kali merintis cabang ilmu ini adalah Dokter Ignatz Von Peczely yang berasal dari Hungaria. Dia
pertama kali menemukan iridologi pada tahun 1861, yang dianggap sebagai tahun kelahiran iridologi. Hasil penelitian
Bapak Iridologi, ditemukan tanda dan konfigurasi pada iris seseorang mengidentifikasikan adanya penyakit atau
kelainan organ di dalam badan orang tersebut. Perkembangan iridologi kemudian mengalami kemajuan yang sangat
fantastik seiring dengan perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi, mengantarkan ilmu ini mencapai kesempurnaan. Perkembangan teknik kamera digital, salah
satu faktor yang mempercepat kemajuan ilmu iridology. Teknik kamera ini, dapat memeriksa iris lebih sempurna
sehingga menghasilkan suatu standarisasi "atlas iris topografi" yang lebih akurat dan detail, perkembangan ini kemudian
dikenal sebagai iridology digital. (Maya/E. Karel Dewanto)


sumber: www.klinik.net
 
posted by Desi at 7:07 AM, | 0 comments

Jangan Pernah Kita Menghentikan Langkah…

Sunday, March 01, 2009
ak ada satu pun ketaatan yang tidak diiringi dengan ujian, tak ada satu pun kekuatan yang tidak diiringi dengan kesakitan. Begitu pula dalam hidup, dengan aktivitas dan pemaknaannya, yang senantiasa dibayar mahal oleh Allah dengan janjiNya yang indah bagi siapa saja yang mampu melewatinya.

Berlari demi mengejar ketertinggalan, terengah dengan keadaan yang membuat kita jengah, kebingungan yang datang hingga membuat kita tak tentu arah. Ketika kita dalam kesendirian menghadapi itu semua, dan tak ada satu pun yang tahu bagaimana akhir dari sebuah penyelesaian selain kita yang mengetahuinya, terlebih Allah.

Keterbatasan dan ketidakmampuan yang tak sanggup kita hindarkan, sikap menarik diri dari lingkungan yang dikhawatirkan akan mengurangi kebaikan yang menjadi sebuah pilihan. Ya, semua itu adalah pilihan yang telah melalui proses perhitungan.

Lalu, apa yang semestinya dilakukan?

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran : 200).

Ya, sabar. Memang, meniti sebuah kesabaran itu tidaklah mudah. Di dalam sebuah nasihatnya, seorang sahabat pun menuturkan, bahkan dalam menuliskan kata sabar pun kita memerlukan sebuah kesabaran yang amat sangat.

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. Al-Baqarah : 45).

Dengan shalat, kita bangun komunikasi dengan Sang Pemilik Jiwa, Allah. Tiada satu pun makhlukNya yang dapat menentramkan hati sepertiNya. Adukan semua yang kita rasakan padaNya, jika perlu sampai tetes terakhir dari air mata yang tertumpah. Sama halnya yang dilakukan oleh Abu Bakar RA, seorang sahabat yang memiliki perangai yang keras namun lembut hatinya.

"Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. Dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji." (QS. Asy-Syuura : 28).

Lalu, lihatlah di luar sana, Allah sedang menebarkan rahmatNya. Keteduhan di tengah hiruk-pikuk, kesejukan di tengah kekeringan, kelapangan di tengah kesempitan, dan Allah tunjukkan jalan ke luar.

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyrah : 5).

Dan, jangan pernah kita menghentikan langkah. Menghentikan langkah, berarti kita telah memilih sebuah kematian sebagai sebuah penyelesaian. Layaknya orang mati, tiada lagi kita mempunyai kesempatan untuk lebih bermanfaat bagi diri dan orang lain. Ya, tetap saja, semua memerlukan waktu.

Sumber dari : kotasantri.com
 
posted by Desi at 12:51 AM, | 1 comments

DIAM TANPA KATA

Friday, February 27, 2009
Diam tanpa kata....
Mungkin itu yang saat ini sedang kulakukan
Hanya terdiam tanpa kata....
Tetapi dalam diamku mengandung makna yang tersembunyi...
Dalam diamku...ada harapan...
Dalam diamku ada semangat....
Dalam diamku ada kerinduan yang sangat dalam.....
Yang terkadang membuat hatiku sakit
Tapi ku terus berusaha...tuk mengendalikan rasa ini
Rasa yang begitu dalam tanpa kusadari mengalir deras air mata
Ku hanya bisa diam saat ini, tanpa kata terucap
Tapi hati tidak bisa diam...hati tidak bisa memungkirinya
dia selalu berucap meskipun tidak melalui ucap
dia selalu berkata-kata meskipun tidak dengan kata
Hingga memenuhi ruang hati
Entah harus bersedih, atau bahagia....
Ada pertentangan antara hati dan pikiran
Dalam pikiran ku membenarkan kalau langkah ini adalah langkah tuk menuju kebaikan
Tuk menjadi diri yg lebih baik dari hari ke hari.....
Tapi dalamnya hati ternyata belum bisa menerima apa yg dikatakan oleh pikiran
Karena hati terlalu lembut, terlalu sensitif dan hati terlalu syok menerimanya
Tapi hati tidak bisa berbuat apa-apa, karena hati terlalu lemah tuk menyamai pikiran
Pikiran selalu mengajak hati tuk berjalan seirama, melangkah bersama demi kebaikan bersama pula.
Hati pun berharap bisa seperti pikiran.....meskipun ia tahu bahwa dirinya sulit untuk berjalan seirama dengan pikiran.
Tapi hati berjanji, ia akan selalu berusaha seirama dengan pikiran
Tanpa doa...hati tak akan sanggup melangkah seirama
Tanpa kekuatan.....hati tak akan sanggup menerimanya
Pikiran berkata : hai hati kamu harus kuat jangan lembek, mari kita berjalan seirama
Hati menjawab : aku ingin seperti engkau pikiran...tapi sudah kodratku seperti ini, sakit sekali rasanya...
Pikiran : ayolah hati kamu harus bisa, kamu harus kuat..berdoalah memohon kekuatan hati untukmu.
Hati : baiklah pikiran..meskipun rasanya sakit , tapi aku harus jalani ini. Aku harus melewati jalan berduri ini untuk bisa melangkah seirama denganmu. Maukah kamu membimbingku?? Menungguku sampai aku dapat berjalan seirama denganmu?
Pikiran : baiklah hati aku akan selalu menunggumu tuk kita berjalan seirama. Tapi sudah menjadi tugasku tuk memperingatkanmu jika kamu lena ....tetap semangat hati, aku yakin kamu bisa
Hati : terima kasih pikiran, tapi beri aku waktu tuk menghimpun kekuatanku. Beri aku waktu tuk menyimpan rasa ini, kan ku kunci di lubuk hati yg paling dalam,Sampai saatnya kita tiba disana nanti dengan segala kebaikan.
Hati pun berdoa kepada Alloh : Ya Rabb aku adalah milikmu, dan segala rasa ini datang darimu Ya Alloh, kumohon padamu berikan aku kekuatan tuk mengunci rasa ini di dalam lubuk hati yg terdalam. Dan akan kujaga sampai saatnya tiba tuk dibuka nanti.
Amin
 
posted by Desi at 12:03 AM, | 0 comments

Kegelisahan hatiku

Tuesday, January 20, 2009
Duhai…tambatan hatiku
Alloh memberikan karunia-Nya padamu
Berupa keteduhan di wajahmu
Ketenangan di wajahmu
Keindahan di wajahmu
Senyummu slalu menghiasi bibirmu
Bagaimana jiwa ini akan menghindar darimu
Bagaimana jiwa ini bisa lari dari senyummu
Ingatanku slalu terbayang akan wajahmu
Akan kesantunanmu dalam menyapa
Akan kehalusanmu dalam bertutur kata
Akan tawamu dalam bercanda
Dan kaupun tiba-tiba datang dalam mimpi-mimpiku
Akankah kuhentikan langkah ini....
Ataukah akan kulanjutkan langkah-langkah ini
Sampai engkau menerima hatiku ini....
Wallohu A’lam...

Puisi ini di buat untuku 2 tahun yang lalu, dan ketika itu terjadi perubahan drastis pada kehidupanku hingga saat ini ku bersamanya. smoga kita akan slalu bersama mengarungi hidup ini. Amin. Terima kasih bintang.........
 
posted by Desi at 5:57 AM, | 0 comments

Godaaan Menjelang Akad Nikah

Thursday, December 18, 2008
Jika dahulu, sepasang anak manusia yang mau menikah, dapat langsung menikah beberapa saat kemudian karena tidak perlu memesan gedung berikut aksesori yang terkait dengan pesta pernikahan tersebut. Namun sejak era 80-an, pesta pernikahan seringkali dilakukan di “gedung” daripada di rumah. Semakin lama, untuk memperoleh gedung yang dapat digunakan untuk acara pernikahan, menjadi semakin jauh dari waktu acara akan dilakukan.

Untuk mendapatkan tempat, memakan waktu enam bulan, bahkan sampai satu tahun. Hal tersebut, tentu saja membawa pengaruh dalam persiapan mental seseorang yang akan menikah. Dengan demikian, seringkali niat suci sepasang manusia yang akan menikah menjadi tertunda untuk dapat melaksanakannya, bahkan terkadang niat suci tersebut terselenggara dalam keadaan tidak suci lagi.

Dalam beberapa kondisi yang penulis temukan, beberapa pasang calon mempelai terjebak melakukan hal-hal yang seharusnya mereka jaga kesuciannya sebelum akad nikah dilaksanakan. Hal tersebut akibat panjangnya waktu antara niat suci tersebut diikrarkan dengan waktu pelaksanaan ibadah suci tersebut. Kondisi yang serba permisif saat ini turut pula menambah kesempatan untuk melakukan hal-hal yang belum waktunya dilakukan.

Pernah sebuah kejadian yang penulis temukan, yakni seorang anak muda yang “taat” beribadah melakukan hal yang belum dibenarkan untuk dilakukan dengan calon isterinya beberapa hari sebelum akad nikah dilaksanakan karena kondisi yang membuat mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagaimana banyak ditemukan, semakin dekat dengan akan dilaksanakannya acara pernikahan, maka semakin banyak pula tekanan yang diterima.

Sang anak muda dan calon isterinya berkeluh kesah dan saling “curhat” terhadap tekanan-tekanan yang mereka terima, baik menyangkut segala “tetek-bengek” acara yang tak kunjung “beres” maupun permintaan-permintan dari keluarga dan berbagai pihak yang cukup “memusingkan”. Untuk saling menenangkan hati, maka mereka saling “curhat” berduaan, mulai dari kata-kata hingga gerakan. Dan akhirnya, tanpa disadari, mereka telah jauh melangkah melakukan hal yang telah mereka jaga selama ini.

Sang anak muda dengan penuh penyesalan menyampaikan “keteledorannya” kepada penulis. Dia menyesal tidak dapat menjaga kesucian niat suci mereka untuk menempuh kehidupan suci berumah tangga hanya beberapa hari sebelum acara suci tersebut dilakukan. Penulis hanya dapat menyampaikan, bahwa sesuatu yang telah terjadi tidak ada gunanya disesali terus menerus. Hanya minta ampun kepada Allah yang dapat menjadi jalan ke luarnya.

Kejadian sepasang anak manusia yang telah berniat suci untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah yang ternoda sebelum niat suci tersebut terlaksana, bukan hanya dialami oleh anak muda di atas. Beberapa kasus yang hampir serupa, penulis temui pula pada beberapa pasang anak muda lainnya. Ada yang beberapa hari menjelang pernikahan seperti di atas, ada yang sebulan sebelum akad nikah dilangsungkan, ada yang dua bulan atau tiga bulan sebelum acara suci tersebut dilaksanakan. Mereka berbeda dengan pasangan-pasangan yang menikah karena “kecelakaan” dan berbeda sama sekali dengan orang-orang yang hidup bebas tanpa ikatan pernikahan.

Mereka telah merencanakan suatu kehidupan suci untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun di tengah jalan, sebelum kehidupan suci tersebut mereka lalui, mereka “tanpa sadar” telah menodai kesucian niat suci yang mereka ikrarkan. Kondisi ini mungkin lebih berat daripada kondisi orang-orang yang sebelum ketemu pasangan dalam rumah tangga mereka telah terjerumus melakukan pergaulan bebas dengan orang lain, dan kemudian mereka insyaf lalu menikah dengan orang lain. Suatu perbuatan masa lalu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, seringkali menghantui alam bawah sadar seseorang.

Oleh karena itu, saya sering menghimbau kepada pasangan-pasangan muda yang telah merencanakan pernikahan mereka, tetapi dilakukan dengan jarak waktu yang cukup panjang karena berbagai macam “persiapan” yang harus dilakukan sebelum pernikahan itu sendiri dilakukan, agar selalu menjaga diri mereka untuk tidak terlalu sering berdua-duaan, karena syetan tidak pernah relah melihat anak manusia hidup dengan kesucian.

Banyak dari mereka yang merasa yakin bahwa mereka cukup kuat dengan iman yang dimiliki. Namun pada akhirnya, anak-anak manusia yang yakin dengan keimanan mereka tadi, tidak sedikit yang terjerembab menodai ikrar suci yang akan mereka laksanakan. Oleh karena itu, Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa jangan kau dekati zina. Jadi bukan hanya zina yang dilarang. Berdua-duaan di tempat yang tak terawasi merupakan pintu untuk mendekati zina dan bahkan zina itu sendiri.

Ketaatan beribadah seseorang tidak menjadi jaminan, bahwa syetan tidak akan menggoda mereka. Semakin kuat iman seseorang, akan semakin kuat syetan yang diutus untuk menggoda anak manusia yang sedang berdua-duaan sebelum ikrar suci mereka terlaksana. Akhirnya penyesalan pun datang. Kondisi tersebut ibarat seseorang yang berpuasa sedang menunggu bedug maghrib, tetapi tergoda menikmati makanan yang disiapkannya untuk berbuka puasa menjelang adzan maghrib berkumandang. Na’uzubillahi min dzalik.
 
posted by Desi at 1:02 AM, | 1 comments

Surat untuk Cinta

Thursday, November 20, 2008
Hati yang kosong
hampa karena ketidakhadiranmu di sini
hingga hati menangis rindu.....
Hanya kerinduan yg dalam yang tertinggal dengan penuh cinta
Berharap kau hadir mengisi kekosongan hati ini
dengan cintamu yg tulus....

Seakan tak ada kesempatan tuk kita bicara dari hati ke hati
seakan ku tak dapat mencurahkan kerinduan hati ini padamu....
serasa tersiksa seolah-olah
Ku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat rindu padamu
Ku hanya ingin kau mau mengerti aku....
Ku hanya ingin kau beri aku semangat....

Entah meskipun dekat, tapi seakan-akan jauh
Meskipun jauh seakan-akan dekat
Karena hati yg merasakan sebenar-benarnya jauh atau dekat
bukan hanya fisik

Salahkah aku jika ku ingin diperhatikan
Ataukah aku tak pantas untuk diperhatikan
Tapi kau tetap tak bisa mengerti aku

Apakah aku egois??
kurang mengerti dirimu??

Ya Rabb berikanlah aku kesabaran dan semangat....
Jauhkanlah ku dari kesedihan dan keputusasaan
Amin
 
posted by Desi at 9:15 PM, | 1 comments