Ketika Tuhan Berkata : "Tidak"

Monday, August 31, 2009
a Tuhan, ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Tuhan, sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata,
"Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan, beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan; kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan, beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Tuhan, jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Tuhan, beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."


***
Sahabat,,,
Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan - bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali - orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya - tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Sahabat,,,
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon
pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way."
 
posted by Desi at 6:49 PM, | 1 comments

Merasa sendiri

Sunday, July 12, 2009
Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi
 
posted by Desi at 3:24 AM, | 0 comments

Merasa sendiri

 
posted by Desi at 3:24 AM, | 0 comments

Ketika ku merenung

Monday, June 22, 2009
Ketika kulihat langit nan biru, ku teringat akan kebesaran Mu Ya Allah
Kuteringat akan ke Maha KuasaanMu dan segala nikmat dan rahmat yg telah Kau berikan untukku dan alam semesta ini.
Ku tersadar betapa jauhnya aku dari Mu, betapa selama ini aku tidak khusuk menghadapaMu…..
Apalagi ketika aku dengar seruan Adzan yg seolah-olah memanggilku untuk segera menghadapMu…
Untuk bersujud di hadapanMu……
Maka aku akan segera ambil air wudhu dan bersiap menghadapMu……
Ijinkan aku menghadapMu Ya Rabb
 
posted by Desi at 2:56 AM, | 0 comments

Meramal Kesehatan Tubuh Dengan Iridologi

Sunday, May 17, 2009
Mata adalah salah satu indera yang paling vital pada manusia. Melalui mata, seseorang dapat mengungkap semua
kejadian yang ada di sekitarnya. Melalui mata pula, seseorang dapat dilihat kondisi fisik, mental dan spiritualnya.
Barangkali, banyak yang masih ingat tindakan dokter bila sedang memeriksa pasien. Cukup membelalakkan mata
pasien untuk mengetahui kesehatan dan penyakitnya. Konon, dalam sebuah perbincangan pun, dapat juga mengetahui
isi hati lawan bicara melalui mata.
Fenomena ini tampaknya sangat dekat dengan suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda pada struktur jaringan iris
mata yang disebut iridologi. Namun, menurut dr. Bertha Herlina, dokter spesialis penyakit dalam klinik Provitalitas, ada
perbedaan antara iridologi dan fenomena itu. "Bukan hanya pengobatan, tapi iridologi lebih pada pencegahan," katanya.

Bertha mengatakan, iris adalah perluasan dari otak. Oleh karena itu, sesuatu yang terekam di dalam otak dapat terlihat
pada serabut iris mata. Rekaman itu sebagai bentuk khas sesuai kondisi organ tubuh. "Tanda pada iris itu, representasi
gambaran detail kondisi badan secara keseluruhan."
Analisa serabut iris mata akan memperlihatkan kondisi tubuh seseorang, apakah yang bersangkutan dalam keadaan
baik atau tidak. Pola, struktur, warna dan tingkat kecerahan di bagian iris mata menggambarkan keadaan bagian tubuh
tertentu dan berhubungan dengan keadaan aktivitasnya, luka, iritasi atau adanya degerasi jaringan dan organ. Dari iris
mata juga dapat diketahui apakah ada akumulasi racun akibat penggunaan NAZA (narkotik dan zat adiktif),
ketidakstabilan nutrisi dan bahan kimia, serta kemajuan pengobatan yang sedang dilakukan
Iridologi tidak bisa menyatakan ada tidaknya penyakit tertentu dalam tubuh, tetapi hanya menyajikan informasi tentang
kondisi jaringan tubuh dan mengindikasikan kecenderungan ke arah adanya gangguan dalam tubuh, meski gejalanya
masih belum terlihat. Dengan demikian, iridologi dapat memberikan rekomendasi upaya preventif menghindari kondisi
yang lebih buruk. Selanjutnya, dapat memberikan arahan untuk upaya kuratis penyehatan dan mengetahui efektifitas
pengobatan yang telah dilakukan.
Yang harus diingat, iridologi tidak dapat digunakan untuk menentukan lokasi parasit atau kuman-kuman di tubuh, tapi
hanya menujukan adanya inflamasi dan kondisi racun yang diakibatkan kehidupan parasit atau kuman. Iridologi juga
tak bisa dijadikan petunjuk hamila tidaknya seorang wanita, karena kehamilan merupakan kondisi normal dalam badan
seorang wanita.
Pada intinya, menurut dr. Bertha, iridologi berguna untuk mengetahui derajat kesehatan tubuh, kekuatan dan
kelemahan tubuh, kelemahan dan kekuatan organ serta jaringan dan sendi. Selain itu dapat diketahui pula
metabolisme dan penyerapan dalam pencernaan, kadar kelelahan fisik, stress, potensi kelupaan, pola tidur, polusi
lingkungan, kekebalan tubuh, kualitas energi syaraf dan tingkat penuaan.
Filosofi iridologi, menekankan pada pengobatan pasien bukan pada penyakitnya. Dengan mengetahui gangguan yang
menyebabkan keluhan atau penyakit seseorang, tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi dapat dicegah untuk
memperoleh tingkat kesehatan yang lebih baik.
Orang yang pertama kali merintis cabang ilmu ini adalah Dokter Ignatz Von Peczely yang berasal dari Hungaria. Dia
pertama kali menemukan iridologi pada tahun 1861, yang dianggap sebagai tahun kelahiran iridologi. Hasil penelitian
Bapak Iridologi, ditemukan tanda dan konfigurasi pada iris seseorang mengidentifikasikan adanya penyakit atau
kelainan organ di dalam badan orang tersebut. Perkembangan iridologi kemudian mengalami kemajuan yang sangat
fantastik seiring dengan perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi, mengantarkan ilmu ini mencapai kesempurnaan. Perkembangan teknik kamera digital, salah
satu faktor yang mempercepat kemajuan ilmu iridology. Teknik kamera ini, dapat memeriksa iris lebih sempurna
sehingga menghasilkan suatu standarisasi "atlas iris topografi" yang lebih akurat dan detail, perkembangan ini kemudian
dikenal sebagai iridology digital. (Maya/E. Karel Dewanto)


sumber: www.klinik.net
 
posted by Desi at 7:07 AM, | 0 comments

Jangan Pernah Kita Menghentikan Langkah…

Sunday, March 01, 2009
ak ada satu pun ketaatan yang tidak diiringi dengan ujian, tak ada satu pun kekuatan yang tidak diiringi dengan kesakitan. Begitu pula dalam hidup, dengan aktivitas dan pemaknaannya, yang senantiasa dibayar mahal oleh Allah dengan janjiNya yang indah bagi siapa saja yang mampu melewatinya.

Berlari demi mengejar ketertinggalan, terengah dengan keadaan yang membuat kita jengah, kebingungan yang datang hingga membuat kita tak tentu arah. Ketika kita dalam kesendirian menghadapi itu semua, dan tak ada satu pun yang tahu bagaimana akhir dari sebuah penyelesaian selain kita yang mengetahuinya, terlebih Allah.

Keterbatasan dan ketidakmampuan yang tak sanggup kita hindarkan, sikap menarik diri dari lingkungan yang dikhawatirkan akan mengurangi kebaikan yang menjadi sebuah pilihan. Ya, semua itu adalah pilihan yang telah melalui proses perhitungan.

Lalu, apa yang semestinya dilakukan?

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran : 200).

Ya, sabar. Memang, meniti sebuah kesabaran itu tidaklah mudah. Di dalam sebuah nasihatnya, seorang sahabat pun menuturkan, bahkan dalam menuliskan kata sabar pun kita memerlukan sebuah kesabaran yang amat sangat.

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. Al-Baqarah : 45).

Dengan shalat, kita bangun komunikasi dengan Sang Pemilik Jiwa, Allah. Tiada satu pun makhlukNya yang dapat menentramkan hati sepertiNya. Adukan semua yang kita rasakan padaNya, jika perlu sampai tetes terakhir dari air mata yang tertumpah. Sama halnya yang dilakukan oleh Abu Bakar RA, seorang sahabat yang memiliki perangai yang keras namun lembut hatinya.

"Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. Dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji." (QS. Asy-Syuura : 28).

Lalu, lihatlah di luar sana, Allah sedang menebarkan rahmatNya. Keteduhan di tengah hiruk-pikuk, kesejukan di tengah kekeringan, kelapangan di tengah kesempitan, dan Allah tunjukkan jalan ke luar.

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyrah : 5).

Dan, jangan pernah kita menghentikan langkah. Menghentikan langkah, berarti kita telah memilih sebuah kematian sebagai sebuah penyelesaian. Layaknya orang mati, tiada lagi kita mempunyai kesempatan untuk lebih bermanfaat bagi diri dan orang lain. Ya, tetap saja, semua memerlukan waktu.

Sumber dari : kotasantri.com
 
posted by Desi at 12:51 AM, | 1 comments

DIAM TANPA KATA

Friday, February 27, 2009
Diam tanpa kata....
Mungkin itu yang saat ini sedang kulakukan
Hanya terdiam tanpa kata....
Tetapi dalam diamku mengandung makna yang tersembunyi...
Dalam diamku...ada harapan...
Dalam diamku ada semangat....
Dalam diamku ada kerinduan yang sangat dalam.....
Yang terkadang membuat hatiku sakit
Tapi ku terus berusaha...tuk mengendalikan rasa ini
Rasa yang begitu dalam tanpa kusadari mengalir deras air mata
Ku hanya bisa diam saat ini, tanpa kata terucap
Tapi hati tidak bisa diam...hati tidak bisa memungkirinya
dia selalu berucap meskipun tidak melalui ucap
dia selalu berkata-kata meskipun tidak dengan kata
Hingga memenuhi ruang hati
Entah harus bersedih, atau bahagia....
Ada pertentangan antara hati dan pikiran
Dalam pikiran ku membenarkan kalau langkah ini adalah langkah tuk menuju kebaikan
Tuk menjadi diri yg lebih baik dari hari ke hari.....
Tapi dalamnya hati ternyata belum bisa menerima apa yg dikatakan oleh pikiran
Karena hati terlalu lembut, terlalu sensitif dan hati terlalu syok menerimanya
Tapi hati tidak bisa berbuat apa-apa, karena hati terlalu lemah tuk menyamai pikiran
Pikiran selalu mengajak hati tuk berjalan seirama, melangkah bersama demi kebaikan bersama pula.
Hati pun berharap bisa seperti pikiran.....meskipun ia tahu bahwa dirinya sulit untuk berjalan seirama dengan pikiran.
Tapi hati berjanji, ia akan selalu berusaha seirama dengan pikiran
Tanpa doa...hati tak akan sanggup melangkah seirama
Tanpa kekuatan.....hati tak akan sanggup menerimanya
Pikiran berkata : hai hati kamu harus kuat jangan lembek, mari kita berjalan seirama
Hati menjawab : aku ingin seperti engkau pikiran...tapi sudah kodratku seperti ini, sakit sekali rasanya...
Pikiran : ayolah hati kamu harus bisa, kamu harus kuat..berdoalah memohon kekuatan hati untukmu.
Hati : baiklah pikiran..meskipun rasanya sakit , tapi aku harus jalani ini. Aku harus melewati jalan berduri ini untuk bisa melangkah seirama denganmu. Maukah kamu membimbingku?? Menungguku sampai aku dapat berjalan seirama denganmu?
Pikiran : baiklah hati aku akan selalu menunggumu tuk kita berjalan seirama. Tapi sudah menjadi tugasku tuk memperingatkanmu jika kamu lena ....tetap semangat hati, aku yakin kamu bisa
Hati : terima kasih pikiran, tapi beri aku waktu tuk menghimpun kekuatanku. Beri aku waktu tuk menyimpan rasa ini, kan ku kunci di lubuk hati yg paling dalam,Sampai saatnya kita tiba disana nanti dengan segala kebaikan.
Hati pun berdoa kepada Alloh : Ya Rabb aku adalah milikmu, dan segala rasa ini datang darimu Ya Alloh, kumohon padamu berikan aku kekuatan tuk mengunci rasa ini di dalam lubuk hati yg terdalam. Dan akan kujaga sampai saatnya tiba tuk dibuka nanti.
Amin
 
posted by Desi at 12:03 AM, | 0 comments

Kegelisahan hatiku

Tuesday, January 20, 2009
Duhai…tambatan hatiku
Alloh memberikan karunia-Nya padamu
Berupa keteduhan di wajahmu
Ketenangan di wajahmu
Keindahan di wajahmu
Senyummu slalu menghiasi bibirmu
Bagaimana jiwa ini akan menghindar darimu
Bagaimana jiwa ini bisa lari dari senyummu
Ingatanku slalu terbayang akan wajahmu
Akan kesantunanmu dalam menyapa
Akan kehalusanmu dalam bertutur kata
Akan tawamu dalam bercanda
Dan kaupun tiba-tiba datang dalam mimpi-mimpiku
Akankah kuhentikan langkah ini....
Ataukah akan kulanjutkan langkah-langkah ini
Sampai engkau menerima hatiku ini....
Wallohu A’lam...

Puisi ini di buat untuku 2 tahun yang lalu, dan ketika itu terjadi perubahan drastis pada kehidupanku hingga saat ini ku bersamanya. smoga kita akan slalu bersama mengarungi hidup ini. Amin. Terima kasih bintang.........
 
posted by Desi at 5:57 AM, | 0 comments